Pelayanan adalah Perwujudan Rasa Syukur

rossi_1

BAGI penikmat program berita, tentu tidak asing lagi dengan wanita yang satu ini. Di tengah kesibukannya yang luar biasa di dunia jurnalistik, pemilik nama lengkap Rosianna Magdalena Silalahi ini masih aktif dalam tugas pelayanan di Gereja Katolik Keluarga Kudus Pasar Minggu sebagai lektris. Putri bungsu dari lima bersaudara pasangan L.M Silalahi (alm) dan Ida Hutapea (alm) ini mengaku sejak kecil di keluarganya sudah dididik dengan nilai-nilai Katolik. Selain menempuh pendidikan di sekolah katolik, Rosi sejak kecil sudah dibiasakan oleh orangtuanya untuk berdoa, mulai dari bangun tidur, sebelum makan, dan sebelum tidur. Baginya, berdoa adalah salah satu kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan, memohon dan juga bersyukur.

“Di akhir tahun, kami justru tidak terbiasa melakukan pesta tutup tahun di luar rumah, tetapi berkumpul bersama untuk berdoa bersama. Bersyukur atas tahun yang sudah dijalani dan memohon pertolongan untuk tahun yang akan dihadapi,” ujar wanita kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung 26 September 1972.

Tak heran, kedua orang tua Rosi pun aktif di lingkungan gereja, hingga hal ini juga dicontoh olehnya. L.M. Silalahi (alm) aktif sebagai Ketua Dewan Paroki, sementara Ida Hutapea (alm) aktif di Legio Maria. Meski saat ini ia siuk menggawangi news room Kompas TV sebagai Pemimpin Redaksi, Rosi masih menyempatkan diri untuk berkarya dalam pelayanan gereja.

“Saya mungkin tidak bisa seaktif ayah dan ibu saya, tapi saya mencoba untuk bisa memberi apa yang bisa saya lakukan untuk kegiatan gereja. Dulu sempat mudika, lalu kemudian menjadi lektris hingga sekarang. Saya tidak bisa aktif di lingkungan karena jam yang sering bersamaan dengan jam kerja hingga malam. Tidak banyak yang bisa saya berikan, tapi semampu mungkin saya bisa bertugas sebagai lektris sesuai jadwal yang diberikan,” ujar Mantan Pemimpin Redaksi Liputan 6 SCTV ini.

Warga lingkungan 5.01 St. Paulus ini bersyukur karena dibesarkan dalam keluarga yang memberikannya kesempatan untuk menjadi seperti apa yang diinginkan dengan komitmen dan tanggungjawab. Istri dari Dino Gregory Izaak ini juga mengaku mendapat dukungan penuh dari suaminya sehingga ia dapat membagi waktu antara keluarga, pelayanan gereja dan juga karier secara seimbang.

“Jika dalam bekerja saja mendapat dukungan dari suami, apalagi soal pelayanan. Bahkan itu jadi kesempatan kami untuk hari ‘super wajib ke gereja’ hehe,” tandasnya.

Baginya, menjadi katolik adalah menjadi pribadi yang melayani. Apapun yang dilakukan adalah mempersembahkan yang terbaik sesuai dengan tugas panggilan masing-masing, begitu yang ia yakini sebagaimana orang tua mendidiknya.

“Ibu saya mendidik anak-anaknya dengan nilai religius, lewat tindakan dan perbuatan. Menjadi orang katolik adalah menjadi orang yang percaya dalam iman, bekerja dengan tanggung jawab dan baik pada sesama. Saya bersyukur diberikan talenta oleh Tuhan dan saya ingin mempersembahkannya bagi kemuliaan Tuhan,” tutupnya. (ASTRI/KOMSOS)