Kabar Baik Bagi Semua Orang

magi_and_star

INJIL Matius pada Hari Raya Penampakan Tuhan mengisahkan tentang orang-orang Majus. Siapakah orang Majus ini? Mereka adalah ahli ilmu perbintangan dari Irak dan Iran utara. Injil Matius menyebut mereka “Orang-orang Majus”. Mereka adalah orang bukan Yahudi yang datang dari jauh untuk menghormati Yesus. Tuhan mau menyampaikan pesan tidak hanya lewat Alkitab, tetapi juga lewat kebijaksanaan manusia. Kita memperoleh pesan dari Tuhan misalnya melalui Bapak Uskup, atau Paus, atau orang-orang yang kita anggap bijaksana di lingkungan sekitar kita.

Orang-orang Majus itu melihat tanda berupa bintang. Lalu mereka berusaha mencarinya dan akhirnya menemukan Yesus bersama Yusuf dan Maria.  Orang-orang Majus ini memberikan persembahan ketika mereka melihat bayi Yesus. Mereka mempersembahkan emas, dupa (kemenyan), mur. Persembahan ini memiliki makna tersendiri.  Dalam tradisi Gereja Awal, emas dihubungkan dengan kedudukan mulia Yesus sebagai Raja. Dupa melambangkan martabat ilahi Yesus. Mur (dipakai utk merawat jenazah sebelum dikuburkan) dihubungkan dengan wafat Yesus sebagai manusia. Makna yang lebih dalam adalah terjalinnya hubungan antara orang-orang bukan Yahudi dengan Yesus Penyelamat seluruh umat manusia.

Penampakan Tuhan atau kehadiran Tuhan dapat dilihat justru oleh orang bukan Yahudi. Ini juga ditegaskan dalam Yesaya 60:1-6 : “Bangsa-bangsa berduyun-duyun ke Sion, yakni tempat Tuhan bertakhta, tempat Tuhan menyinarkan terang-Nya”.  Ini cocok dengan bacaan ke-2 dari Efesus 3:6, “Berkat Injil”, orang-orang bukan Yahudi dapat ikut menikmati janji Tuhan yang diberikan dalam wujud manusia yaitu Yesus. Dalam Efesus, “Injil” berarti “Kabar Gembira” bagi semua orang. Artinya bahwa Kabar Gembira diberikan juga bagi orang bukan Yahudi dan orang-orang yang bukan termasuk umat Perjanjian Lama.

Orang-orang Majus bukan termasuk Yahudi. Mereka inilah yang mendapat penampakan Tuhan karena mereka mau membuka hati. Orang-orang yang dekat dengan kitab suci seperti: ahli Taurat justru tidak mau membuka hati bagi kehadiran Penyelamat dunia. Mereka yang “khatam” kitab suci tapi malah tidak tahu penampakan Tuhan.

Kabar baik Tuhan disampaikan kepada seluruh bangsa. Kita sepatutnya bersukacita pada Hari Raya Penampakan Tuhan ini. Kita diberi karunia Roh Kudus untuk memperoleh Kabar Baik yaitu hadirnya Yesus Kristus di dalam diri kita, keluarga, serta lingkungan hidup kita. Kita tidak perlu mencari jauh-jauh seperti orang majus. Kita sudah punya iman. Kita sudah menemukan Yesus Sang Penyelamat. Sekarang tergantung kepada kita: “apakah kita mau menyembah-Nya, apakah kita mau mempersembahkan diri kita untuk Yesus, apakah kita sungguh mau mengimani Yesus Sang Penyelamat meskipun banyak tantangan, halangan, dan kesulitan.

Sukacita Natal sebaiknya selalu kita hayati dalam hidup sehari-hari. Sukacita itu tidak hanya berhenti sampai masa Natal saja. Namun sukacita itu terus ada dalam hati kita masing-masing. Marilah kita bagikan sukacita kita kepada orang-orang di sekitar kita karena kita telah mengimani Yesus Kristus Sang Juru Selamat.

RD. Antonius Pramono Wahyu Nugroho