Seksi Komunikasi Sosial

SEKSI Komunikasi Sosial (Komsos) memiliki tugas untuk mengkomunikasikan ajaran-ajaran iman Gereja dengan baik kepada seluruh umat manusia dengan memanfaatkan seluruh sarana yang sudah tersedia atau yang akan dibentuk. Komsos di Paroki Pasar Minggu dibentuk pada tahun 2008.

Tahun 2011, Majalah Inspirasi mulai terbit. Nama “Inspirasi” merupakan usulan dari Romo Jost Kokoh, Pr dengan harapan dapat menjadi warta gembira serta memberikan inspirasi bagi seluruh umat Paroki Pasar Minggu. Majalah tiga bulanan ini hingga kini terus berupaya mengembangkan dirinya sebagai “pewarta Kerajaan Allah” yang memang menjadi suatu kesulitan tersendiri. Selain itu, Seksi Komsos juga membawahi bidang dokumentasi foto dengan tugas membuat dokumen kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Paroki, serta menyimpannya dengan baik.

Selain Majalah Inspirasi, ada media lain yang digunakan yakni, website paroki. Tak hanya itu, ada pula media sosial Facebook dan Instagram sebagai ajang temu umat di dunia maya.

Ketua Seksi Komsos periode 2017 – 2020: Martinus Adi Prabowo

Seksi Kerasulan Kitab Suci

SEKSI Kerasulan Kitab Suci (KKS) dibentuk sebagai wadah kegiatan untuk mendalami Kitab Suci yang menjadi sumber dan pokok ajaran Yesus Kristus. Lewat kegiatan-kegiatan Seksi KKS, diharapkan umat dapat menghayati kehidupan sesuai semangat ajaran Kitab Suci. Terlebih saat ini umat Katolik dihadapkan pada kenyataan kurang memiliki kebiasaan membaca Kitab Suci, untuk itulah KKS juga turut mendorong umat agar lebih sering membuka Kitab Suci.

Sudah selayaknyalah setiap umat membaca Kitab Suci setiap hari. Sebab, Kitab Suci adalah kabar baik yang harus didengar oleh banyak orang, bahkan ada yang menyebutnya surat cinta dari Tuhan. Umat perlu terus dibina sehingga dari dalam dirinya selalu timbul dorongan dan semangat membaca Kitab Suci sebagai suatu kebutuhan.

Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci periode 2017 – 2020: Perpetua Pepita

Seksi Liturgi

4f9e855f-78dc-4136-bc03-ab8981a5b521.jpg

LITURGI merupakan proses kegiatan iman umat yang nyata dalam kehidupan menggereja. Dalam setiap ibadat, Allah hadir di tengah umat secara dekat. ”Dalam liturgi Allah berbicara” dan “dalam liturgi umat memberikan tanggapan kepada sapaan Allah”. Maka peribadatan perlu selalu sungguh-sungguh diupayakan agar dapat membantu umat bersatu dengan Allah.

Tugas dari pada Seksi Liturgi ini telah digariskan dalam Keputusan Dewan Paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu No 10/DPKK/Psm/SK/XI/69 yang pada hakekatnya dapat dikatakan bahwa tugasnya adalah penyelenggaraan kehidupan beragama dan peningkatannya bagi Umat Katolik Pasar Minggu. Di awal periodenya, Seksi Liturgi diketuai oleh Bapak Cletus da Gomez.

Pelaksanaan tugas seksi ini boleh dikatakan relatif berat, mengingat bahwasanya wilayah Pasar Minggu masih merupakan calon paroki saat itu dan belum mempunyai tempat ibadah yang memadai. Penyelenggaraan misa di kapel lama sebuah rumah tinggal yang kecil merupakan salah satu hambatan terselenggarakannya misa yang penuh ketertiban dan suasana keagamaan. Nyanyian umat, kegiatan koor, misdinar dan lain-lain masih jauh dari harapan. Apalagi setelah eks rumah dinas Pak Gondo diubah untuk dibangun, penyelenggaraan misa umat terpaksa berpindah-pindah beberapa kali.

Penyelenggaraan misa umat semula hanya diadakan pada hari Minggu pagi pukul 06.45 WIB di Cilandak, pukul 08.15 WIB di Pasar Minggu dan Minggu sore pukul 17.00 WIB di Lenteng Agung. Pastor satu-satunya yag berada di tempat adalah Pastor M. Soenarwidjaja, SJ. Dengan bertambahnya umat Katolik di Pasar Minggu maka penyelenggaraan misa umat tahun 1973 ditambah sekali lagi, yaitu pada Sabtu sore pukul 17.00 di Pasar Minggu. Setelah gedung gereja terbangun penyelenggaraannya, misa umat berlangsung pada Minggu pagi dan Sabtu sore di Gereja Pasar Minggu, sedangkan di Cilandak dan Lenteng Agung masing-masing pada Minggu pagi dan Minggu sore tetap diadakan. Partisipasi umat untuk terselenggarakannya misa tersebut sangat meyakinkan dalam arti turut membantu sembari memberikan sumbangan berbagai macam kebutuhan perlengkapan altar atau kebutuhan gereja pada umumnya.

Tugas dari pada tim liturgi ini adalah mengairahkan dan menggerakan umat untuk lebih berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan-kegiatan liturgi dengan telah terbangunnya gedung gereja yang baru. Sasaran penggarapannya saat itu adalah kegiatan-kegiatan koor, misdinar, lektor, kolekte, persembahan umat, pengurusan altar atau gereja dan sebagainya.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Seksi Liturgi, antara lain mengkoordinir misa harian/mingguan dan hari raya serta pengakuan dosa; menyusun jadwal tugas para petugas liturgi; mengadakan gladi resik untuk misa khusus/hari raya dengan koordinator PAPG dan Prodiakon; mengadakan latihan rutin bagi para petugas liturgi seperti lektor, pemazmur, organis dan dirigen; mengadakan pelatihan dengan mengundang pakar; menyelenggarakan seminar musik liturgi; menyelenggarakan misa inkulturasi; bekerja sama dan selalu koordinasi dengan para pengurus liturgi dekenat selatan untuk mengadakan tukar mimbar saat Novena Roh Kudus, mengadakan acara khusus untuk para pengurus liturgi agar tetap kompak dan imannya selalu bertumbuh misalnya dengan pertemuan rutin, makan bersama, ziarek dan gathering.

Sub seksi :

Ketua Seksi Liturgi periode 2017 – 2020: Maria Rooselina Maatita