Peresmian Tahun Keadilan Sosial

82417516_1041153156251054_5022489980908339200_o

PERESMIAN Tahun Keadilan Sosial di Gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2020 saat misa kedua, pukul 08.30 WIB. Peresmian Tahun Keadilan Sosial ditandai dengan Pemukulan gong oleh Romo Pramono, bersamaan dengan pembukaan selubung logo Tahun Keadilan Sosial 2020. Selain itu, diperkenalkan pula lagu tema tahun Keadilan Sosial berjudul “Kita Adil Bangsa Sejahtera” ciptaan Romo Alloysius Susilo Wijoyo,Pr dan doa Tahun Keadilan Sosial. Ketiganya akan menjadi penanda sekaligus menjadi inspirasi bagi umat paroki dalam mengisi berbagai kegiatan yang sesuai dengan tema Keadilan Sosial sepanjang tahun 2020 ini. 

Tahun Keadilan Sosial 2020 akan diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi umat antara lain, kegiatan mengisi celengan Yesus Tuna Wisma. Kegiatan mengisi Celengan Yesus Tuna Wisma adalah kegiatan yang diharapkan melibatkan partisipasi sebanyak mungkin warga di paroki. Masing-masing keluarga diharapkan menyisihkan wadah yang tidak terpakai untuk didaur ulang menjadi celengan.

Selanjutnya, anggota keluarga mengisinya setiap hari dengan jumlah yang sesuai dengan kerelaan. Periode pengisian celengan Yesus Tuna Wisma , untuk satu periode berkisar 3 bulan. Hasil pengumpulan dana dari celengan Yesus Tuna Wisma di paroki , dapat digunakan untuk membantu umat di paroki yang miskin, kecil, lemah, tersingkir dan disabilitas. Setelah satu periode kegiatan pengumpulan dana dari celengan Yesus Tuna Wisma berakhir, pengisian celengan Yesus Tuna wisma akan dilanjutkan lagi ke periode berikutnya.

Melalui siaran video homili surat gembala yang disiarkan dalam misa tanggal 4-5 Januari 2020 , Uskup Kardinal Ignatius Suharyo mengajak seluruh umat di keuskupan Agung Jakarta untuk mendalami, menghayati, dan mewujudkan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam sila kelima: Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia. Melalui semboyan untuk tahun 2020 “ Amalkan Pancasila , Kita Adil Bangsa Sejahtera”. Tema ini merupakan tahun kelima dari rangkaian tema Tahun Pastoral 2016-2020 “Amalkan Pancasila “.

Bapak Uskup Kardinal juga menyatakan, sebagai umat Tuhan kita semua diutus untuk melibatkan diri dalam setiap usaha untuk mewujudkan kebaikan bersama, dengan memberi perhatian lebih kepada yang kurang beruntung. Wujud perhatian terhadap yang kurang beruntung melalui berbagai langkah kreatif yang mendorong adanya pembaharuan iman menjadi semakin beriman, semakin bersaudara, semakin berbelarasa.

82245768_1041153092917727_3176391992024236032_o

Dalam sambutan pembukaan Tahun Keadilan Sosial yang dihadiri oleh para wakil lingkungan, DPH, seksi dan kategorial, Romo Pramono menyatakan kegiatan belarasa di tahun Keadilan Sosial 2020 adalah gerakan kasih karena Allah sudah lebih dahulu mengasihi kita. Pemahaman kita tentang kasih Allah sudah menjadi inspirasi berbelarasa yang dilaksanakan oleh tokoh-tokoh kudus di gereja Katolik. Romo memilih contoh teladan pelayanan Bunda Teresa yang mempersembahkan hidupnya melayani kaum papa di Calcuta, India.

Kita hanya perlu meniru sedikit dari kepeduliannya dalam berkarya, sebagaimana pernah Bunda Teresa sampaikan, “Tidak semua dari kita dapat melakukan hal-hal besar. Tetapi kita dapat melakukan hal-hal kecil dengan penuh cinta.” Kiranya langkah-langkah belarasa sederhana yang kita lakukan setiap hari, merupakan bentuk menyebarkan pesan kasih Allah kepada sesama. Romo Pramono juga berharap, barangkali kalimat “persembahanku bagi Tuhan“ bisa menjadi doa yang menjadi inspirasi kita semua dalam berbelarasa kepada sesama. (KOMSOS/MARIA NATALI MALKAN)

Komunitas Lintas Agama Kunjungi Paroki Pasar Minggu

SEJUMLAH Komunitas Lintas Agama yang dipimpin oleh Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latief menyambangi sejumlah gereja di Jakarta, salah satunya Gereja Katolik Keluarga Kudus Paroki Pasar Minggu. Komunitas itu terdiri dari pengagum atau penerus perjuangan Abdurrahman Wahid atau Gusdurian dan Nurcholis Madjid atau Cak Nur.

Hadir juga Ibu Umi Nurcholish Madjid dan Komunitas CAKNURian, Ngatawi Al Zastrouw dan angggota komunitas GUSDURian, Komunitas Cahaya Guru dan Komunitas Bale Nyahi. Rombongan tiba di gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu sekitar pukul 12.30. Setelah sebelumnya rombongan tersebut mengunjungi Gereja Katedral Jakarta dan mengucapkan selamat natal kepada bapak Uskup Kardinal Ignatius Suharyo.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Romo Paroki Antonius Pramono, Romo Andreas Subekti, Romo Vano dan Para Frater yang sedang berada di pasturan. Rombongan Lintas Agama kemudian meninjau gereja sambil mengenal selayang pandang mengenai gereja dan umat di Paroki Pasar Minggu.

Bagi komunitas GUSDURian , kunjungan silaturahmi lintas agama sudah menjadi kegiatan rutin. Dalam sambutannya, Ngatawi Al Zastrouw menyatakan kegiatan kali ini juga disambut gembira oleh berbagai komunitas lain yang peduli akan kerukunan umat lintas agama. Inisiatif yang dilemparkan dalam waktu singkat mendapat tanggapan positif dari berbagai komunitas yang kemudian ikut hadir hari ini. Harapan Ngatawi Al Zastrouw, kegiatan ini mampu membawa pesan damai dan persaudaraan yang mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Hal senada juga disampaikan oleh Yudi Latief dari Komunitas Lintas Agama. Kunjungan silaturahmi lintas agama ini diharapkan bisa menyebarkan energi positif yang bisa meluas. Yudi Latief yakin, semangat kasih dan persaudaraan ini akan cepat menyebar dan menular ke komunitas yang lebih luas. Karena sesungguhnya bangsa kita adalah bangsa yang pengasih dan bersahabat. Perbedaan sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari hari.

Alangkah baiknya bila kita selalu berusaha melihat sisi baik dari perbedaan ini dan membangun persatuan dan kesatuan di antara kita.

Dalam sambutan menerima kedatangan rombongan Komunitas Lintas Agama, Romo Pramono menyatakan kehadiran Komunitas Lintas Agama adalah suatu kehormatan yang sangat disyukuri oleh kita semua.
Kunjungan ini pantas disyukuri karena selaras dengan tema Natal umat kristiani di tahun 2019, yaitu Menjadi Sahabat bagi semua. Harapan umat Kristiani untuk menjadi sahabat bagi semua sudah diwujudkan oleh Komunitas Lintas Agama yang sudah hadir siang ini di Gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu.

Romo Pramono juga menjelaskan bahwa perbedaan yang ada di antara kita bisa dilihat sebagai sesuatu yang pantas disyukuri, karena dengan melihat perbedaan dengan rasa syukur, banyak hal baik yang bisa dilaksanakan bersama.
Romo Pramono berharap bahwa kegiatan silaturahmi yang penuh semangat persahabatan dan persaudaraan ini bisa berlanjut pada berbagai kegiatan sejenis lainnya di masa mendatang.

Dalam sesi foto bersama di gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu, tak lupa mengabadikan foto sambil menyampaikan SALAM PANCASILA. Kita boleh berbeda tapi tetap bersatu dalam Pancasila. (KOMSOS/Maria Natali Malkan)