Komunitas Lintas Agama Kunjungi Paroki Pasar Minggu

SEJUMLAH Komunitas Lintas Agama yang dipimpin oleh Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latief menyambangi sejumlah gereja di Jakarta, salah satunya Gereja Katolik Keluarga Kudus Paroki Pasar Minggu. Komunitas itu terdiri dari pengagum atau penerus perjuangan Abdurrahman Wahid atau Gusdurian dan Nurcholis Madjid atau Cak Nur.

Hadir juga Ibu Umi Nurcholish Madjid dan Komunitas CAKNURian, Ngatawi Al Zastrouw dan angggota komunitas GUSDURian, Komunitas Cahaya Guru dan Komunitas Bale Nyahi. Rombongan tiba di gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu sekitar pukul 12.30. Setelah sebelumnya rombongan tersebut mengunjungi Gereja Katedral Jakarta dan mengucapkan selamat natal kepada bapak Uskup Kardinal Ignatius Suharyo.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Romo Paroki Antonius Pramono, Romo Andreas Subekti, Romo Vano dan Para Frater yang sedang berada di pasturan. Rombongan Lintas Agama kemudian meninjau gereja sambil mengenal selayang pandang mengenai gereja dan umat di Paroki Pasar Minggu.

Bagi komunitas GUSDURian , kunjungan silaturahmi lintas agama sudah menjadi kegiatan rutin. Dalam sambutannya, Ngatawi Al Zastrouw menyatakan kegiatan kali ini juga disambut gembira oleh berbagai komunitas lain yang peduli akan kerukunan umat lintas agama. Inisiatif yang dilemparkan dalam waktu singkat mendapat tanggapan positif dari berbagai komunitas yang kemudian ikut hadir hari ini. Harapan Ngatawi Al Zastrouw, kegiatan ini mampu membawa pesan damai dan persaudaraan yang mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Hal senada juga disampaikan oleh Yudi Latief dari Komunitas Lintas Agama. Kunjungan silaturahmi lintas agama ini diharapkan bisa menyebarkan energi positif yang bisa meluas. Yudi Latief yakin, semangat kasih dan persaudaraan ini akan cepat menyebar dan menular ke komunitas yang lebih luas. Karena sesungguhnya bangsa kita adalah bangsa yang pengasih dan bersahabat. Perbedaan sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari hari.

Alangkah baiknya bila kita selalu berusaha melihat sisi baik dari perbedaan ini dan membangun persatuan dan kesatuan di antara kita.

Dalam sambutan menerima kedatangan rombongan Komunitas Lintas Agama, Romo Pramono menyatakan kehadiran Komunitas Lintas Agama adalah suatu kehormatan yang sangat disyukuri oleh kita semua.
Kunjungan ini pantas disyukuri karena selaras dengan tema Natal umat kristiani di tahun 2019, yaitu Menjadi Sahabat bagi semua. Harapan umat Kristiani untuk menjadi sahabat bagi semua sudah diwujudkan oleh Komunitas Lintas Agama yang sudah hadir siang ini di Gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu.

Romo Pramono juga menjelaskan bahwa perbedaan yang ada di antara kita bisa dilihat sebagai sesuatu yang pantas disyukuri, karena dengan melihat perbedaan dengan rasa syukur, banyak hal baik yang bisa dilaksanakan bersama.
Romo Pramono berharap bahwa kegiatan silaturahmi yang penuh semangat persahabatan dan persaudaraan ini bisa berlanjut pada berbagai kegiatan sejenis lainnya di masa mendatang.

Dalam sesi foto bersama di gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu, tak lupa mengabadikan foto sambil menyampaikan SALAM PANCASILA. Kita boleh berbeda tapi tetap bersatu dalam Pancasila. (KOMSOS/Maria Natali Malkan)

Ayo! Nantikan Yesus dengan Sukacita

Renungan-Adorasi-Harian-1-Oktober-2016-Pic-1-696x442

Ibu, bapak, saudari-saudara serta anak-anak yang dikasihi Tuhan, salam SUKACITA!

Pada hari Minggu Adven III ini tampak sesuatu yang berbeda pada lilin Adven yang dinyalakan. Ya, hari ini lilin yang dinyalakan berwarna merah muda. Konon katanya, warna merah muda ini didapatkan dari percampuran warna ungu (Adven) dengan warna putih (Natal). Maksudnya bahwa sukacita Natal sudah mulai kita rasakan karena sudah sangat dekat tetapi belum / tidak penuh; sukacita Natal itu sudah tak tertahankan lagi, sudah mulai kelihatan tetapi belum nampak jelas atau belum penuh.

Minggu Adven III dalam Tahun Liturgi disebut `Minggu Gaudete”. Bahasa Latin “gaudete” berarti “sukacita”, melambangkan adanya sukacita di tengah masa pertobatan. Minggu Gaudete ini mengingatkan umat, bahwa masa Adven akan segera berakhir dan pesta kedatangan Yesus Kristus sudah semakin mendekat. Maka umat diharapkan tetap menumbuhkan kesabaran dan ketekunan untuk mempersiapkan diri sampai akhir.

Mengapa kita harus bersukacita? Karena yang dinantikan adalah Mesias. Dia-lah yang akan datang membawa damai dan sukacita sejati.

Nabi Yesaya dalam seruannya mengajak supaya orang berjaga-jaga dalam pengharapan. Bukan berjaga-jaga dalam ketakutan atau dalam tekanan, tetapi berjaga-jaga dengan penuh pengharapan. Berjaga-jaga dengan cara ini akan melahirkan kerinduan dan sukacita yang meluap-luap. “Pada waktu itu orang buta akan melihat, orang tuli akan mendengar, orang lumpuh akan melompat dan orang bisu akan bersorak-sorai.” (Yes 35:5-6a).

Kalau kita menantikan sesuatu yang tidak pasti, pasti ada kegelisahan. Akan tetapi penantian kita pada masa Adven ini adalah penantian yang pasti, yaitu menantikan Yesus Kristus yang akan menyelamatkan. Oleh karena itu, nantikanlah dengan penuh harapan, bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan.

Yesus ingin hadir di hati kita. Marilah saatnya kita membuka pintu hati dan membiarkan Dia masuk!

                                                                                                                                       RD.A. Subekti