“Luruskan jalan bagi Tuhan”

Ibu, bapak, saudari saudaraku umat Pasar Minggu yang terkasih, salam SUKACITA!

Dalam pelajaran sejarah dunia dan Indonesia, kita fasih dengan kata kerajaan. Beberapa kerajaan yang kita kenal misalkan kerjaan Inggris, Maroko, Jepang, Majapahit, Sriwijaya dan masih banyak lagi. Kerjaan adalah suatu bentuk pemerintahan di sebuah daerah dengan raja sebagai pimpinannya. Seorang raja memiliki kekuasaan penuh untuk seluruh wilayahnya. Kerajaan yang diimpikan adalah kerajaan yang rajanya bijaksana dan adil sehingga negerinya menjadi aman, tentram, dan sejahtera. Impian ini muncul karena kerap kali ketika membayangkan mengenai kerajaan pasti ada saja perseteruan dan peperangan.

Dalam kehidupan beriman pun selalu terjadi perseteruan, pertentangan, peperangan antara yang baik dan yang buruk, antara Roh Kebenaran dan Roh yang menyesatkan. Maka pintu keluar dari peperangan itu adalah pertobatan. Pertobatan kita dapat dimulai dengan menerima Yesus sebagai Raja.

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”. Pertobatan menjadi jalan yang paling mungkin bagi mereka yang masih mengharapkan keselamatan. Karya Yesus awal dimulai dari tanah Zebulon dan Naftali, wilayah bangsa- bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan. Menjadi sangat jelas pesan kedatangan Yesus, Sang Terang. Dia membawa terang yang mengalahkan kegelapan (dosa), terang yang menuntun orang keluar dari lembah kelam dosa.

Pertobatan menjadi satu-satunya jalan untuk kembali kepada Tuhan. Pertobatan berarti berbalik dari kehidupan kita yang menjauh dari Tuhan. Bertobat berarti mengakui kesalahan dan dosa yang kita buat, sekaligus memperbaiki apa yang tadinya tidak baik dalam hidup kita, dan tentunya tidak jatuh lagi pada dosa yang sama. Tuhan memberkati.

Rm. Andreas Subekti

Berjaga-jagalah, Tuhan Akan Datang

Saudara-saudari sekalian, kalimat di atas saya pilih untuk
menggambarkan situasi saat ini. Saat ini, umat yang sudah
lama tidak sambut komuni akan mendapat kesempatan
sambut komuni. Saat komuni diterima oleh umat, maka Tuhan
hadir melalui Sakramen Maha Kudus di rumah-rumah. Inilah
saat yang penuh rahmat. Silakan Anda mempersiapkan diri
dengan sungguh-sungguh karena Tuhan akan datang. Inilah
kesempatan baik yang perlu dimanfaatkan oleh umat.
Ada frasa dalam bahasa Latin, yaitu : Carpe diem. Artinya
adalah: “Petiklah hari.” Kalimat lengkapnya adalah: “carpe
diem, quam minimum credula postero” yang berarti: “Petiklah
hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok.” Maksud
kata-kata ini adalah orang dianjurkan untuk hidup
memanfaatkan hari ini secara lebih optimal, tidak menunda
sesuatu untuk hari esok, dengan begitu kita lebih dapat
memanfaatkan waktu yang diberikan secara optimal. Maka
dalam konteks situasi saat ini, kesempatan baik untuk sambut
komuni perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Kita
berjaga-jaga menyiapkan diri dalam doa untuk kehadiran
Tuhan dalam komuni.


Mulai Minggu ini, kita umat Katolik memasuki masa
Adven. Istilah “Adven” berasal dari bahasa Latin “adventus”,
yang berarti “kedatangan dengan semarak”. Sebelum hari
Natal, ada 4 minggu masa Adven, di mana Gereja
memperingati dan mengenangkan bahwa Tuhan datang.
Tuhan datang dalam diri Yesus Kristus yang lahir di dunia ini.
Melalui kelahiran-Nya di dunia, Dia mau memberikan
kegembiraan kepada manusia. Kita berusaha mempersiapkan
diri kita untuk menyambut kedatangan-Nya. Gereja telah
menetapkan masa Adven sebagai masa persiapan
menyambut kelahiran-Nya.


Sabda Tuhan mengingatkan kita untuk “hati-hati dan
berjaga-jaga”. Terjemahan bahasa Yunani untuk “hati-hati”
adalah “melihat”. Maka artinya menjadi: “bukalah matamu”.
Membuka mata atau melihat di sini, bukan hanya secara fisik,
namun membuka mata rohani, mata hati. Kita diajak untuk
melihat dengan hati, mempersiapkan hati kita guna
menyambut kedatangan Yesus. Kedatangan Yesus kapan?
Kedatangan Yesus yang kita kenang saat hari raya Natal.
Kita persiapkan hati kita, rohani kita dengan berdoa. Kita
juga merenungkan Sabda selama masa Adven, selama 4
Minggu ini, agar kita benar-benar siap dan mantap
menyambut Tuhan Yesus yang lahir ke dunia, yang kita
kenangkan saat Natal nanti. Semoga Tuhan memberi karunia
kepada kita untuk tekun menantikan kedatangan-Nya dengan
berjaga-jaga dan berdoa.

RD. Antonius Pramono