Berjaga-jaga dan Bersiap Sedia

Bapak, Ibu, Saudara/I terkasih dan rekan-rekan muda serta anak-anak sekalian, Selamat Hari Minggu. Salam Sehat untuk kita semua.

Suatu ketika ada seorang anak yang ditantang oleh orangtua-nya untuk mendapatkan juara kelas karena anak ini merupakan anak yang sering main game jadi pelajaran sekolahnya terhambat. Tantangan tersebut akan mendapatkan reward bahwa dia bebas mau liburan kemana saja saat liburan sekolah nanti. Sang anak pun akhirnya mengurangi bermain game dan menerima tantangan itu. Dia pun memiliki metode bahwa setelah dia belajar entah itu satu jam atau lebih dia boleh untuk memainkan game, namun selama belajar dia berjanji untuk tidak main game sama sekali.

Awalnya berat bagi anak itu tetapi setelah 1 bulan terlewati, anak itu pun mulai menemukan ritme belajarnya sambil dia tetap bisa main game. Orangtuanya tetap memperhatikan anaknya dalam kesehariannya. Mereka pun menyeledikinya sampai ke sekolah dan guru-guru yang mengajar dia. Anak itu mendapat pujian bahwa dia mengalami kemajuan yang cukup terlihat dalam belajarnya. Orangtuanya pun senang mendengarnya.

Akhirnya, sampailah pada saat Ujian Akhir Sekolah. Selama pekan ujian itu, ada masa dimana ia tampak cemas dan gelisah namun ada masa dia merasa tenang dan baik- baik saja. Memang, ada beberapa pelajaran yang dia masih belum memahami betul tapi ada beberapa pelajaran yang sangat dia kuasai. Lalu, ujian selesai dan beberapa minggu kemudian pembagian rapot. Apa yang terjadi ternyata si anak gagal dan nilainya tipis untuk mendapatkan juara kelas. Dia pun pulang dengan lesu dan wajah muram. Akan tetapi, sesampainya di rumah orangtuanya ternyata tetap memberikan dia hadiah karena dia telah berusaha meskipun belum sempurna. Namun, orangtuanya menghargai usaha dari anaknya dan mereka akhirnya semua berlibur sekeluarga.

Bacaan-bacaan minggu ini mengajak kita untuk berusaha dalam perkaran-perkara yang Tuhan berikan pada kita entah itu perkara besar atau itu perkara kecil. Usaha tersebutlah yang menjadi langkah kita untuk masuk dalam kerajaan surga. Seperti sebuah pepatah latin mengatakan “Ora et Labora” artinya Berdoa dan Berusaha. Sebagai orang beriman, kita senantiasa diminta untuk berdoa sebagai bentuk komunikasi dengan Tuhan namun hal selanjutnya ialah dalam doa-doa kita, kita mengusahakan kemampuan kita yang telah Tuhan karuniakan kepada kita untuk Kemuliaan nama-Nya bukan kepentingan diri sendiri. Usaha yang kita lakukan adalah suatu bukti nyata akan doa-doa kita dalam keseharian dan sebuah sikap bahwa kita senantiasa mengandalkan Tuhan. Karena Tuhan yang memberi dan Tuhan pula yang menuai. Salam Keluarga Kudus. Tuhan Memberkati.

Fr. Nando

SIAP DAN BERJAGA

Saudara-saudari, November ini kita mengenangkan orang-orang yang sudah meninggal. Kita kenangkan dan doakan sanak saudara, kenalan yang telah meninggal dunia. Kita mungkin bertanya-tanya mengenai nasib mereka, dan mengenai nasib kita kelak bila meninggal. Sabda Tuhan memberikan peneguhan kepada kita berkaitan dengan kematian. Surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika yang dibacakan pada hari Minggu ini membantu kita untuk tetap punya harapan.

Bagi umat Kristen di Tesalonika yang baru saja dikristenkan oleh Paulus, pertanyaan tentang orang-orang yang sudah meninggal itu mencemaskan hati. Mereka mengharapkan bahwa Kristus akan segera kembali untuk mengumpulkan mereka semua. Mengapa ada yang meninggal terlebih dahulu? Melalui surat, Paulus menenangkan mereka (lih. 1 Tes 4:13-18).

Paulus menulis: “Kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak tahu tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang lain yang tidak mempunyai harapan. Karena jika kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia” (1 Tes 4:13-14).

Pada jaman Paulus, kebanyakan orang berpendapat bahwa dengan kematian, semuanya selesai. Khususnya orang Yunani, umumnya, tidak mempunyai harapan akan hidup yang kekal, apalagi kebangkitan (bdk. 1 Tes 4:13). Umat Kristen pertama berkeyakinan bahwa Kristus akan segera kembali dalam kemuliaan untuk mengumpulkan mereka. Mereka yakin bahwa Hari Tuhan akan terjadi sewaktu mereka masih hidup. Hari Tuhan maksudnya adalah kedatangan Kristus yang kedua di dunia ini yang disebut parousia (lih. 1 Tes 4:15). Pada saat parousia “mereka yang telah meninggal dalam Kristus” akan dibangkitkan dan bersama-sama dengan

saudara yang masih hidup, mereka diangkat untuk menyongsong Kristus di angkasa (lih. 1 Tes 4:14-17). Waktu dan tanggalnya tidak diketahui. Semuanya akan terjadi dengan tiba-tiba sehingga mereka harus berjaga-jaga dan tetap sadar.

Gagasan parousia Tuhan Yesus Kristus memberi peneguhan untuk tetap berjaga-jaga seperti orang bijaksana yang melihat ke depan dan siap dengan segala kemungkinan yang terjadi (bdk. Matius 25:2,4,10,13). Siap dan berjagalah dengan iman yang teguh. Masih ada harapan baik di masa yang akan datang.

RD. Antonius Pramono