Allahku Bangga

SIAPA yang pernah mengalami kekecewaan dalam hidup? Kecewa karena nilai tak sesuai harapan, kecewa karena pekerjaan tidak menghasilkan sesuatu yang memuaskan, kecewa karena relasi yang dikhianati, dan berbagai macam kekecewaan lainnya. Disinyalir, kecewa bisa terjadi karena ada harapan yang terlalu tinggi, usaha yang dilakukan kurang maksimal, meremehkan hal-hal kecil, membuang-buang waktu, dan terlalu nyaman di zona aman. Minggu ini kita juga mendapatkan cerita tentang kekecewaan.

Dalam Bacaan I dikatakan bahwa pemilik kebun anggur kecewa karena anggur panenannya asam. Dalam Bacaan Injil, Yesus memberikan perumpamaan mengenai pemilik kebun anggur yang kecewa karena penghasilan dari panen anggur tidak dia terima. Kekecewaan mereka bukan karena harapan yang terlalu tinggi, bukan pula karena usaha yang kurang maksimal, bukan karena meremehkan hal-hal kecil. Kekecewaan itu justru muncul dari para pekerja kebun yang tidak bekerja dengan baik. Padahal segalanya sudah disediakan oleh pemilik kebun.

Allah telah memberikan kepada kita berbagai macam hal berkat, talenta, kemampuan, dan masih banyak lagi. Allah telah memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup kita, Allah dengan kebaikannya juga mengutus Yesus untuk menebus dosa-dosa kita. Maka berdasarkan itu semua, kita tidak mau menjadi murid-murid yang mengecewakan Allah. Kita mau membanggakan Allah dengan tindakan dan hidup kita. Maka, hiduplah rukun, percaya satu sama lain, dan wartakan kabar sukacita pada sesama. Tuhan memberkati.

Rm. Andreas Subekti

Tobat dan Penyesalan Diri

by Cassidy Kelley in Illustrations

SAUDARA-SAUDARI, saya mengamati saat pandemi ada olahraga yang populer yaitu bersepeda. Saat hari tertentu atau hari libur, orang yang bersepeda di jalan raya bertambah banyak. Ada yang masih remaja, dewasa, bahkan anak-anak ikut bersepeda. Mereka yang bersepeda kelihatan semangat mengayuh sepeda saat pagi hari. Lalu menjelang siang hari saat matahari makin terik, ada sebagian yang mulai loyo, lelah, tak bersemangat. Mungkin tenaganya sudah habis mengayuh sepeda dari pagi dan kelelahan karena baru pulang saat siang hari.

Keadaan orang-orang yang naik sepeda tersebut terkadang relevan untuk kehidupan spiritual manusia. Pada awalnya ada semangat melaksanakan perintah dan sabda Tuhan, namun kemudian menjadi lemah karena iman yang goyah. Kita diingatkan oleh Sabda Tuhan dari Nubuat Yehezkiel :

“Kalau orang benar berpaling dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya” (Yeh.18:26).

Sabda ini mengisahkan bahwa ada orang yang baik tapi kemudian melakukan kejahatan. Sikap ini bukanlah model hidup yang ingin kita jalani. Kita harusnya sebagai orang baik tetap menjadi orang baik. Kita berusaha menjauhkan diri dari kejahatan dan dosa.

Yesus, dalam Injil hari Minggu ini memberikan gambaran kehidupan dalam keluarga. Kisah ini masih dapat terjadi hingga saat ini. Ada anak yang berbicara dengan tidak hormat kepada ayahnya dan menolak perintah ayahnya. Tetapi ia melakukan hal yang benar, yaitu ia menyesal dan melakukan perintah ayahnya. Sedangkan anak yang lainnya hanya basa- basi dan ia tidak mau melakukan perintah ayahnya.

“Apakah pendapatmu tentang ini?” (Mat.21:28).

Yesus mengajukan pertanyaan ini kepada para imam kepala dan tua-tua, serta para pemimpin.

Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri melalui sabda pada minggu ini. Apakah kita adalah orang yang tidak taat kepada perintah Allah? Salah satu pesan melalui sabda ini adalah kemauan diri untuk bertobat. Kita berusaha menyesali dosa-dosa kita dan melakukan pertobatan agar masuk Kerajaan Allah.

RD. Antonius Pramono