Hikmah dalam Masa Pandemi, Emang Ada?

Image: © lzf /Thinkstock

Oleh: Andreas Rama Arkananta Nugraha, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

PANDEMI virus Covid – 19 telah membuat beberapa hal yang sudah biasa kita lakukan berubah secara seketika.  Kita yang sudah biasa hidup menggereja dengan cara konvensional pun akhirnya harus beralih dengan menggunakan dunia maya sebagai penghubung kita melakukan kegiataan keagamaan yang biasa kita lakukan. Namun, di balik keganasan pandemi ini, ternyata ada hikmah yang bisa kita rasakan lho, baik secara pribadi maupun keluarga .

Walaupun pandemi Covid – 19 memaksa kita untuk selalu berada di rumah, ternyata terdapat hikmah-hikmah tersembunyi yang ternyata bisa kita petik dari hal ini. Tahu kah teman-teman bahwa dalam kondisi work from home (WFH) ini kita diberi waktu yang sangat leluasa. Dalam waktu leluasa ini, kita secara diam-diam mendekat lebih intim dengan Tuhan. Setiap harinya kita bisa melakukan misa online secara mandiri di waktu yang kita mau setiap saat. Pertemuan kita dengan Tuhan tidak lagi terikat waktu dan ruang sehingga hal ini memudahkan kita dalam proses komunikasi dengan Tuhan setiap harinya . 

Selain hubungan kita dengan Tuhan menjadi semakin intim, hubungan keluarga juga menjadi semakin harmonis. Setiap hari kita bisa melakukan misa keluarga bersama-sama. Seluruh misa dapat dilakukan bersama-sama dengan keluarga dengan tidak lupa bisa ada acara sharing antar anggota keluarga. Hal itu bisa menjadi ajang untuk saling mengenal anggota keluarga lebih dekat serta menambah kerekatan tiap anggota keluarga.

Walaupun kegiatan di luar rumah banyak yang berkurang, tetapi dalam pandemi ini ternyata terdapat pelajaran yang bisa kita ambil. Tentu, kita selalu berdoa agar pandemi segera berakhir , tetapi ada baiknya juga untuk selalu bersyukur untuk hari ini. (*)

Bukankah Kita Telah Sepakat ?

Ilustrasi PSBB | Sumber gambar : hype.grid.id

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II atau yang disebut oleh Gubernur “Rem Darurat” merupakan suatu keputusan yang diambil untuk mencegah kenaikan kasus Covid- 19 dan penyebaran virusnya. Akan tetapi, bukan hanya itu, virus corona tersebut telah bermutasi menjadi lebih ganas dan penyebarannya semakin cepat.

Banyak orang ataupun tim medis yang menjadi korbannya. Oleh karena itu, tindakan itu sangat perlu dilakukan untuk kebaikan bersama serta berlaku adil bagi banyak orang.

Injil hari ini juga mengatakan tentang keadilan seperti Tema Arah Dasar Keuskupan tahun ini yaitu Kita adil, Bangsa Sejahtera yang mendorong kita untuk berlaku adil untuk mencapai kesejahteraan bersama. Injil Matius menggambarkan dengan jelas bagaimana berlaku adil untuk mencapai sejahtera. Adil yang berasal dari sabda Yesus sendiri dimana seorang yang bekerja sehari mendapat satu dinar itulah kesepakatan antara tuan pemilik kebun dan pekerja harian lepasnya. Sehari disini dapat diartikan entah dia bekerja dari pagi, atau siang, atau bahkan sore hari mereka sama-sama mendapatkan satu dinar.

Suatu ketika frater itu mendengar pengalaman seorang teman frater juga yang mendapat perutusan untuk bekerja menjadi tukang gali kuburan di daerah Selapajang, Tangerang. Frater itu yang belum terlalu fasih menggunakan cangkul, harus belajar dulu mencangkul agar setidaknya tidak membahayakan dirinya sendiri. Suatu kegembiraan bagi seorang tukang gali kubur bila ada orang yang berpulang karena mereka akan mendapatkan pekerjaan.

Suatu ketika ada orang yang berpulang dan frater itu pun bersama tukang gali kubur lainnya mencangkul kuburan serta pada saat pemakaman ikut menguburkan jenazah tersebut. Lalu pada saat pemakaman ternyata ada seseorang yang mengenal frater tersebut lalu memberikan sedikit rejeki untuk dia. Selanjutnya, mulailah pembagian hasil dan frater itu pun tidak mau untuk mengambil hasilnya karena dia sudah mendapatkan bagiannya dari orang yang dia kenal tersebut.

Akan tetapi, karena upah tersebut sudah menjadi bagiannya, si pembagi upah tersebut pun menyelipkan upahnya si frater dengan mengatakan “frat, ini bagian frater. Kita kan sudah sepakat”. Akhirnya frater pun mengambilnya lalu membelikan gorengan untuk dibagi-bagi pada saat kumpul-kumpul.

Bacaan hari ini juga mengajak kita untuk berlaku adil dengan kesepakatan yang ada. Berlaku adil pada masa PSBB jilid 2 ini dengan selalu menggunakan masker pada keluar rumah, jangan lupa membawa hand sanitizer serta menjaga jarak. Itulah hal yang adil untuk sekarang ini. Oleh karena itu, kita sebagai murid- murid Kristus diminta untuk berlaku adil juga dengan menjalankan protokol diatas. Salam sehat dan tetap semangat. Tuhan memberkati.

Fr. Bernando Sitohang